Leukimia Limfoblastik Akut

Leukimia limfoblastik akut (LLA) adalah keganasan yang paling lazim ditemukan pada masa anak, dengan sekitar 70% anak diobati dengan kemoterapi konvensional. Subkelompok penderita ini mempunyai resiko tinggi (75-100%) mengalami relaps dengan menggunakan terapi biasa (konvensional) dan harus dipikirkan untuk TST.

Penelitian TST autolog untuk Leukimia Limfoblastik Akut melibatkan penderita yang beresiko lebih tinggi dan berbagai teknik pembersihan sumsum tulang dan regimen persiapan. Kisaran pertahanan hidup bebas penyakit dari 15% sampai 65% pada umumnya, dengan angka kambuh 30-70%.

Leukimia yang relaps merupakan alasan yang paling lazim pada penderita yang mengalami kegagalan transplantasi sumsum tulang karena leukimia limfoblastik akut. Pembersihan sumsum tulang yang autolog dengan residu leukimia mempunyai manfaat teoritis tetapi perubahan pada hasil akhir belum ditunjukkan dengan teknik pembersihan negatif

Seleksi positif sel induk yang mengungkapkan antigen permukaan tetapi tidak tampak pada sel leukimia akut merupakan kemungkinan strategi lain. Pendekatan lain untuk pengobatan sel residu leukimia minimal adalah penggunaan sitokin seperti interleukin 2 (IL-2) atau imunosupresan seperti siklosporin pasca transplan untuk merangsang pengaruh cangkok lawan leukimia.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Leukemia Akut and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>