Cara Mengobati Leukemia Akut

Leukemia akut dapat dibuktikan dengan menjalani suatu pemeriksaan darah dan gejala yang diderita. Pemeriksaan darah rutin ini misalnya dengan menghitung jenis darah komplit yang meliputi jumlah total sel darah yang mungkin bisa berkurang, normal ataupun bertambah, tetapi jumlah sel darah merah dan trombosit hampir selalu berkurang.

Kemudian melalui pemeriksaan sel darah putih yang belum matang (sel blast) terlihat di dalam contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. Biopsi sumsum tulang hampir selalu dilakukan untuk memperkuat diagnosis dan menentukan jenis leukemia.

Pengobatan pada leukemia akut ini bertujuan untuk mencapai kesembuhan dengan menghancurkan sel-sel leukemik sehingga sel normal dapat kembali tumbuh di dalam sumsum tulang. Namun sebelum semua keadaan kembali normal, seorang pasien perlu menjalani serangkaian pemeriksaan penentu stadium yang di derita dan menjalani kemoterapi sebagai langkah pengobatan yang banyak dilakukan dokter dalam menangani pasien kanker.

Pada stadium awal kemungkinan untuk sembuh masih terbuka lebar, namun semua itu tergantung dari bagaimana respon tubuh dan sisa kekuatan daya tahan tubuh dalam menjalani pengobatan.

Umumnya sebelum sumsum tulang tulang kembali berfungsi normal, penderita mungin memerlukan :

– Transfusi sel darah merah untuk mengatasi anemia yang merupakan salah satu dari gejala leukemia.

– Tranfusi trombosit untuk mengatasi perdarahan. Karena beberapa orang yang menderita leukemia ada yang mengalami perdarahan.

– Antibiotik untuk mengatasi infeksi. Infeksi terjadi karena sel darah yang meningakat dan sel darah putih yang berkurang. Sel darah putih berfungsi sebagai pelindung tubuh dari infeksi.

Kemoterapi yang diberikan berupa obat-obatan kemoterapi yang terdiri dari prednison per-oral (ditelan) dan dosis mingguan daria vinkristin dengan antarasiklin atau asparaginase intravena. Untuk menghindari efek samping yang berlebihan terutama terjadi pada otak biasanya diberikan suntikan metotreksat langsung ke dalam cairan spinal dan terapi penyinaran ke otak.  Tentunya hal tersebut hanya berefek pada kerontokan rambut yang umum terjadi pada setiap pasien kanker yang kemoterapi.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Leukemia Akut and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *